BALINALE 2017: Ketika Charlie Chaplin Bertemu Cinta Ramlan

Image: 

Kapanlagi.com - Pantai Kuta, Bali yang terkenal dengan deburan ombak, hamparan pasir putih dan klub-klub malamnya tidak lama lagi akan menjadi tuan rumah sebuah festival film bertaraf internasional. Bali International Film Festival atau yang lebih dikenal sebagai Balinale akan hadir mulai tanggal 24 hingga 30 September nanti. Edisi ke-11 perhelatan tahunan ini akan mengambil tempat di Cinemaxx Theatre Lippo Mall Kuta dengan menghadirkan 108 film dari 42 negara; film pendek, animasi, dokumenter maupun film cerita panjang dari berbagai genre akan disajikan bagi para pecinta film di pulau dewata.

Film CHAPLIN IN BALI terpilih sebagai film pembuka Balinale. Sesuai judulnya, film karya sineas Perancis Raphael Millet ini menilik kepingan sejarah Charlie Chaplin, ketika sang aktor bisu legendaris itu 'melarikan diri' ke Bali dari hingar bingar Hollywood era 30-an, di akhir masa jaya film bisu. Balinale menjadi tempat pertama film itu ditayangkan didunia atau world premiere.

Selain CHAPLIN IN BALI Beberapa sineas dunia juga menjadikan Balinale sebagai ajang world premiere film-film mereka, diantaranya: Mu-Ming Tse dari Taiwan dengan PARADOXICAL, sebuah film fiksi ilmiah; Daniel Peddle dari Amerika Serikat dengan drama coming of age-nya, MOSS; dan MESSAGE MAN sebuah film action Indonesia karya sutradara Corey Pearson yang dibintangi Valentin Payen, Paul O'Brien dan sejumlah nama beken tanah air seperti Mike Lewis, Agni Prathista, Mario Irwinsyah dan Verdi Solaiman.

Film MOONLIGHT karya Barry Jenkins yang memenangkan 3 piala Oscar (untuk naskah adaptasi terbaik, aktor pembantu terbaik untuk Mahershala Ali dan film terbaik) akan menutup festival ini. Pemutaran di Balinale merupakan satu-satunya kesempatan menonton film kontroversial ini di layar bioskop tanah air.

Para pecinta musik tak perlu merasa ditinggalkan. Beberapa film dokumenter bertema musik ataupun yang berfokus pada seorang musisi akan turut dihadirkan, diantaranya: TOMORROWLAND karya sutradara Iran, Sarvnas Alambeigi tentang sulitnya menjadi seorang DJ di Iran; DIXIE LAND karya sutradara asal Ukraina Roman Bondarchuk yang menampilkan marching band anak-anak, dan dari dalam negeri, HUSH karya sutradara Djenar Maesa Ayu bekerjasama dengan sutradara Singapura Kan Lume yang berfokus pada penyanyi Cinta Ramlan.

Tahun ini juga menandakan pertama kalinya Balinale mengadakan program 'in competition'. Total 21 judul film akan berkompetisi di hadapan juri dan audiens Balinale, tiga film di antaranya berasal dari Indonesia.

Film apa saja yang bakal hadir di BALINALE tahun ini? Intip daftarnya di bawah ini.

Balinale 2017 Films ‘In Competition’
Naratif
1. Almacenados (Meksiko, Sutradara: Jack Zagha Kababie)
2. Blank 13 (Jepang, Sutradara: Takumi Saito)
3. Bluebeard (Korea Selatan, Sutradara: Soo-youn Lee)
4. Moss (Amerika Serikat, Sutradara: Daniel Peddle)
5. Cold of Kalandar (Turki, Hungaria, Sutradara: Mustafa Kara)
6. Novitiate (USA, Sutradara: Margaret Betts)

Dokumenter
1. Nokas (Indonesia, Sutradara: Manuel Alberto Maia)
2. The Cinema Travellers (India, Sutradara: Shirley Abraham, Amit Madheshiya)
3. hUsh (Indonesia, Sutradara: Djenar Maesa Ayu, Kan Lume)
4. AlphaGo (USA, Sutradara: Greg Kohs)
5. A Plastic Ocean (UK, Sutradara: Craig Leeson)
6. Don't Look Down (UK, Sutradara: Daniel Gordon)

Film Pendek
1. Jonah (Austria, Italia, Sutradara: Michael Mashina)
2. Parasite (Hungary, Sutradara: Peter Lakatos)
3. Supot (Philippines, Sutradara: Phil Giordano)
4. Nameless Boy (Indonesia, Sutradara: Diego Batara Mahameru)
5. Trespass (Australia, Sutradara: Mirrah Foulkes)
6. White House (Iran, Sutradara: Arastoo Mafakheri)
7. Ascencion (Portugal, Sutradara: Pedro Peralta)
8. The Servant (Iran, Sutradara: Farnoosh Abedi)
9. Love (Belanda, Sutradara: Enang Wattimena)

Daftar lengkap film-film yang tayang di Balinale bisa disimak di website

https://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/balinale-2017-ketika-ch...