IKF Sumut Yakin Medan Bisa Menggelar BIFF

GoSumut.com - Keberadaan kota Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia di yakini bisa menggelar Festival Film baik tingkat regional, Nasional bahkan Internasional.

Penegasan itu di sampaikan anggota Komite Sinematografi multimedia Dewan Kesenian Medan, Baharuddin Saputra, SH yang sekarang masih berada di Kuta Bali mengikuti studi Banding melihat dari dekat pelaksanaan Balinale Internasional film festival (BIFF) ke 11 yang berlangsung 24-30 September 2017.

"Kami akan mengajukan program dilaksanakan Festival Film Medan, pada program tahun 2018 . Salah satu progja komite yang berorientasi pada pendidikan dan apresiasi Film, setelah melihat dari dekat penyelenggaraan BIFF di Kuta Bali. Bahar di utus Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin, MSI melalui Komite Film DKM bersama Yan Amarni Lubis.

"Tahun 2018 program kegiatan Komite Film salah satunya menggelar Festival Film Medan yang sesuai standart. semoga mendapat respon positif dari Pihak Pemerintah dan para pihak terkait yang mendukung bangkitnya dunia film di Medan," ujar Bahar yang juga Ketua Umum Insan Kritikus Film (IKF) Sumut.

Sementara itu Inneke Indriyani salah seorang Comitte BIFF mengatakan, sejauh ini selama 11 kali menggelar BIFF belum mendapat dukungan anggaran dari pihak Pemerintah. Pihak masih berusaha keras melaksanakan BIFF dengan dukungan berbagai pihak sponsor yang tidak mengikat.

"Kita gelar film untuk di tonton berbagai kalangan, ada sebagian dalam bentuk undangan yang gratis khusus untuk pelajar dan ada tiket yang di Jual," ujar Ineneke optimis kedepan akan mendapat perhatian Pemerintah. Dengan BIFF membuat penomena perfilman hidup di Kuta Bali, apalagi turut hadir juga produser dan tampilnya banyak filmaker membuat warna tersendiri di tahun ke-11 perhelatan Balinale International Film Festival.

Kadis Kebudayaan Kota Medan H Suherman,SH, MSi dan Ketua DKM Rianto Aghly, SH yang ikut mendampingi DKM mengatakan, pihaknya akan memberikan apresiasi upaya yang dilakukan Komite Film DKM memilih studi Banding di BIFF di Bali.

"Ini satu langkah positif bagi kemajuan dunia film di kota Medan", ujar Suherman.
Penyelenggara memastikan 108 film yang akan tayang dari 42 negara. Kehadiran Kemenpar membuat semangat panitia menampilkan pesona wisata tanah air yang mengundang decak kagum.

Komite Film DKM juga ketemu Corey Pearson dan tim, sutradara sekaligus penulis skenario film yang berjudul Message Man yang mengambil lokasi di tanah air dengan puluhan aktor Indonesia.

Sangat membanggakan dapat hadir di arena BIFF pembicaranya adalah para Hollywood Producer semisal Jay Stern yang kondang sebagai Hollywood Executive dari franchisesnya seperti Horrible Bosses (Jennifer Aniston) atau Rush Hour (Jackie Chan) yang masing-masing punya sequel yang box office.

Selain itu hadir Donna Smith adalah CEO, International Completion Bonds, Vicki Horwits- Hollywood TV Network Executive & Independent Producer bersama dengan deretan pembicara dari tanah air seperti sineas kondang sekaligus jurnalis senior Erwin Arnada, Anggy Umbara sineas box office, Dalip Kumar mewakili MOX MD Entertainment serta Gerald V. Dibbayawan selaku CEO Cinemaxx.

"Saya memang hadir di perhelatan BIFF ini untuk merangkul Donna dan Jay Stern agar film nasional bisa melalang buana sebagai international film yang menorehkan tinta emas. Saya sudah janjian dan akan meeting khusus dengan mereka," ungkap produser kondang tanah air, Shankars yang tidak hanya ingin membuka sekolah aktingnya di pulau dewata tapi juga akan menggandeng beberapa sineas yang hadir untuk memulai project bersama go international.

Peserta dan masyarakat juga sempat menyaksikan film Disney Moana kreasi animasi dari Zootopia & Frozen. Kendati saat Anda membaca berita ini, pemberitaan Gunung Agung di Bali mulai masuk fase waspada, secara keseluruhan wilayah Kuta masih cerah berawan tipis. Kami menikmati keindahan Pulau Dewata dengan gaya " anak Medan "

https://www.gosumut.com/berita/baca/2017/09/25/ketua-ikf-sumut-yakin-med...