Kolaborasi Indonesia Dan Perfilman Kroasia

Image: 

AllFilm - Gelaran Indonesia Movie Week (IMW) di Zagreb, Kroasia, terus berlanjut. Salah satu rangkaian acaranya berupa pertemuan antara sineas dan produser film Indonesia dengan penggiat film setempat. Acara tersebut dilangsungkan di Hotel Loop, Zagreb, Kroasia, Senin (5/6) waktu setempat.

Dari pihak Indonesia hadir produser dan sutradara film Lola Amaria, Harry Dagoe Suharyadi, Slamet Rahardjo Djarot, pemain film Thia Yufada, produser Doni Ramadhan, produser Balinale Film Festival, Ineke Indriyani, dan Kepala Apresiasi dan Tenaga Perfilman Pusbang Film Kemdikbud, M Sanggupri M. Hum.

Sedangkan dari pihak Kroasia diwakili oleh Pengacara Pusat Audiovisual Kroasia, Josipa Dasovic, Koordinator Program Pembuatan Film Kroasia, Margarita Peric, dan produser film Boris Janovic.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerjasama bidang perfilman. Di antaranya menjajaki kemungkinan kerjasama produksi, prosedur syuting di Kroasia, dan regulasi yang berlaku di Kroasia.

“Kita ingin ada kerjasama di bidang kebudayaan, karena itu penting. Kita ingin jadi bangsa seperti apa sih? Nah itu yang kita ingin rumuskan bersama, supaya ke depan kita memiliki kerjasama yang kongkrit dan bermanfaat bagi kepentingan bersama,” kata sineas senior Slamet Rahardjo. Di bidang perfilman, Slamet ingin kedua belah pihak saling berbagi pengalamann dan pengetahuan, dengan mengadakan pertukaran insan film.

“Mereka menyambut baik gagasan kita. Mereka juga memberi kesempatan jika ada insan film yang ingin mengadakan syuting di Kroasia, dan mereka juga memiliki tenaga-tenaga perfilman dan peralatan memadai,” lanjutnya lagi.

Kroasia sendiri juga memiliki produksi film, meskipun jumlahnya tidak banyak. Persoalannya adalah minimnya jumlah penonton film di Kroasia. Karena itu menurut pihak Kroasia, jangan mencari pasar film di Kroasia, karena film Kroasia terkendala dalam mendapatkan penonton.

“Kalau Anda ingin melakukan syuting di Kroasia, kami bisa bantu. Tetapi harus bekerjasama dengan rumah produksi di negara kami, supaya apabila terjadi masalah, bisa diselesaikan dengan aturan hukum Kroasia, bukan hukum internasional,” kata Josipa Dasovic, pengacara dari Pusat Audiovisual Kroasia.